Gresik – Di tengah dinamika perubahan zaman yang kian cepat, sinergi antara lembaga pendidikan dan keluarga menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tangguh secara intelektual, spiritual, dan moral. Kesadaran inilah yang kembali ditegaskan oleh Pondok Pesantren Maskumambang melalui gelaran “Silaturahmi Wali Santri dan Pembagian Raport” pada Kamis, 18 Juni 2026.

Bertempat di Lapangan Pondok Pesantren Maskumambang, kegiatan tersebut mempertemukan ratusan wali santri dari seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam satu forum yang tidak sekadar menjadi agenda seremonial pembagian raport, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat komunikasi, evaluasi, dan kolaborasi pendidikan antara pesantren dan orang tua.
Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah Pondok Pesantren Maskumambang, Ustadz Imam Subkhi, S.Pd.I., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda besar pesantren yang kembali digelar setelah beberapa tahun.
“Pagi ini, Kamis (18/6), Pondok Pesantren Maskumambang telah sukses menggelar kegiatan akbar, Silaturahmi Wali Santri dan Pembagian Raport dari seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan penting antara pesantren dan wali santri untuk membangun komunikasi yang lebih erat,” jelas Ustadz Imam Subkhi, setelah kegiatan berlangsung.
Kegiatan dibuka dengan sambutan langsung dari Ketua Yayasan Kebangkitan Umat Islam (YKUI) Pondok Pesantren Maskumambang, Ustadz Ghoits, B.A. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pendidikan anak merupakan amanah besar yang tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada sekolah atau pesantren.
“Pendidikan adalah tanggung jawab utama orang tua. Sekolah hadir untuk membantu dan menguatkan fungsi pendidikan yang dilakukan oleh keluarga,” tegas Ustadz Ghoits.
Menurut beliau, tantangan pendidikan saat ini jauh lebih kompleks dibanding masa-masa sebelumnya. Persoalan yang dihadapi generasi muda tidak lagi sekadar berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga ancaman sosial dan perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat.
Ustadz Ghoits menyoroti berbagai tantangan modern yang kini dihadapi generasi muda, seperti judi online, pinjaman online, hingga perkembangan Artificial Intelligence (AI). Beliau menjelaskan bahwa kemajuan teknologi sejatinya bukan sesuatu yang perlu ditakuti, tetapi harus dipahami dan dihadapi dengan kesiapan mental, ilmu, serta karakter yang kuat.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa Maskumambang terus melakukan evaluasi dan penyesuaian kurikulum agar pendidikan yang diberikan benar-benar relevan dengan kebutuhan zaman. Fokus utama pendidikan di Maskumambang bukan hanya mengejar nilai akademik, tetapi membangun fondasi literasi, agama, dan karakter.
Di tingkat Madrasah Ibtidaiyah, Maskumambang lebih memprioritaskan penguatan kemampuan membaca dan menulis sebelum memberikan pembelajaran Bahasa Inggris secara formal. Menurut Ustadz Ghoits, fondasi literasi yang kuat akan memudahkan anak menyerap ilmu-ilmu baru di masa mendatang.
Sementara pada jenjang Tsanawiyah, Aliyah, dan SMK, fokus utama diarahkan pada penguatan ibadah dan pembentukan kebiasaan hidup Islami. Santri tidak hanya diajarkan teori agama, tetapi juga dibiasakan menjalankan praktik ibadah secara benar.
“Harapan kami sederhana. Minimal ketika seorang anak menempuh pendidikan di Maskumambang, hasil yang terlihat jelas adalah ibadahnya benar dan terbiasa menjalankan ibadah dengan benar,” ujar Ustadz Ghoits.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pemangku Pesantren Maskumambang, KH. Nidlol Masyhud, Lc., Dpl. Beliau menegaskan bahwa sejak berdiri pada tahun 1859, Maskumambang memiliki visi besar untuk mencetak generasi muslim yang utuh dalam keislaman, ilmu, dan akhlaknya.
“Tujuan Pondok Pesantren Maskumambang adalah mencetak manusia yang berislam secara utuh dan konsekuen, memiliki aqidah yang shahih, amal yang saleh, ilmu yang bermanfaat, serta akhlakul karimah,” tutur KH. Nidlol Masyhud.
Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan prosesi pemberian penghargaan kepada santri berprestasi dari seluruh jenjang pendidikan. Penghargaan diberikan dalam berbagai kategori, seperti Bintang Pelajar, Santri Terbaik, Tahfidz Terbaik, dan Hafalan Tahfidz Terbanyak.
Sebagai bentuk apresiasi, Maskumambang memberikan beasiswa SPP selama 6 bulan kepada juara 1, beasiswa SPP 3 bulan kepada juara 2, dan beasiswa 2 bulan kepada juara 3. Sementara santri yang berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an mendapatkan penghargaan istimewa berupa beasiswa hingga lulus.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tausiyah dari Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Jawa Timur, Dr. K.H. Fathur Rohman, M.Pd.I., yang memberikan penguatan tentang pentingnya pendidikan Islam dalam membentuk generasi yang tangguh secara spiritual, intelektual, dan sosial.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Maskumambang kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga membentuk generasi yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman bersama dukungan penuh dari keluarga.