SURAKARTA – Forum Maahid dan Madaris Quran Indonesia (FORMAQIN) sukses menggelar agenda seminar dan diskusi bertema “Penguatan Kurikulum dan Pendidikan Iman di Pondok Pesantren” pada Ahad, 19 Juli 2026. Acara yang bertempat di Plaza BPRS Dana Amanah, Surakarta ini dihadiri oleh para asatidzah dari berbagai lembaga pendidikan Al-Qur’an dan pondok pesantren.

Seminar ini menghadirkan narasumber utama, Ustadz Nidlol Masyhud, Lc., Dpl., selaku Pimpinan Pondok Pesantren Maskumambang, Gresik. Antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti dengan seluruh kursi yang disediakan panitia terisi penuh oleh peserta yang hadir secara langsung maupun melalui utusan lembaga masing-masing.
Tiga Pilar Penguatan Ekosistem Pesantren
Dalam paparannya, Ustadz Nidlol Masyhud menekankan pentingnya membangun ekosistem pesantren yang kokoh melalui tiga pilar utama: Konsep dan Landasan, Motivasi dan Sasaran, serta Konten dan Penyajian.
Beliau menyoroti bahwa dalam aspek motivasi dan sasaran, himmah (cita-cita) dan niat baik dari guru maupun murid harus diarahkan secara teguh menuju tujuan ukhrawi dan ikhlas lillahi Ta’ala.
”Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tapi penanaman karakter. Ada tiga aktivitas yang harus membudaya di pesantren: terus berguru meski sudah menjadi guru, tekun mengkaji dan mengembangkan keilmuan, serta aktif menyebarkan ilmu melalui pengajaran dan dakwah,” ujar beliau di hadapan para peserta.

Fokus pada A’malul Qulub dan Tahapan Aqidah
Terkait kurikulum, Ustadz Nidlol menekankan bahwa pendidikan iman harus memberikan perhatian besar pada A’malul Qulub (amalan-amalan hati). Beliau menguraikan bahwa pembelajaran aqidah harus dilakukan melalui tiga tahapan sistematis:
Wawasan Aqidah: Penguasaan hal-hal yang bersifat teoritis.
Penghayatan Aqidah: Pemenuhan hak Allah, hak orang lain, dan hak diri sendiri. Sempurnanya pemenuhan hak-hak tersebut menjadi indikator sempurnanya iman.
Perjuangan: Konsekuensi logis dari aqidah yang menuntut adanya pengorbanan nyata.
Kegiatan ini ditutup dengan doa dan harapan agar sinergi antarlembaga di bawah naungan FORMAQIN semakin erat. Ikhtiar kolektif ini diharapkan mampu membawa kemajuan signifikan dalam pendidikan Al-Qur’an dan tata kelola pondok pesantren di Indonesia.
Panitia penyelenggara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara tersebut. Semoga langkah ini menjadi amal jariyah yang diberkahi oleh Allah SWT.