Gresik, 17 Agustus 2026 — Suasana cerah dan penuh semangat mewarnai halaman Gedung Utama Pesantren Maskumambang dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945. Para santri dari jenjang MI, MTs, MA, hingga SMK mengikuti upacara dengan penuh khidmat sekaligus antusias.
Upacara dipimpin oleh KH. Nidlol Masyhud, Lc., Dpl. selaku pembina upacara. Dalam pesannya, beliau mengajak seluruh santri untuk memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini tidak lahir dengan mudah. Ada pengorbanan, perjuangan, air mata, bahkan nyawa para pahlawan yang menjadi harga dari kemerdekaan Indonesia.

Semangat perjuangan tersebut, menurut beliau, harus terus dilanjutkan oleh generasi muda. Jika para pahlawan dahulu berjuang mengusir penjajahan, maka tugas pelajar hari ini adalah berjuang melawan kebodohan, kemalasan, dan berbagai hal yang dapat menghambat masa depan.
Menjadi pelajar bukanlah perjuangan yang ringan. Dibutuhkan kegigihan, kedisiplinan, kesungguhan, dan semangat untuk terus belajar. Karena itu, para santri diajak untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan dalam menuntut ilmu.
«“Perjuangan kita hari ini mungkin tidak lagi mengangkat senjata, tetapi kita harus mengangkat semangat untuk belajar, melawan kebodohan dan kemalasan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan agama.”»
Usai upacara, semarak kemerdekaan berlanjut dengan berbagai perlombaan yang melibatkan para santri. Halaman dan lingkungan pesantren berubah menjadi arena penuh keceriaan, sorak-sorai, dan kebersamaan.
Beragam lomba digelar, mulai dari tarik tambang, voli, futsal, cerdas cermat, layang-layang, dan berbagai perlombaan menarik lainnya. Setiap perlombaan tidak hanya menjadi ajang mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kekompakan, sportivitas, kreativitas, dan keberanian.

Tawa dan sorak para santri menjadi warna tersendiri dalam perayaan kemerdekaan tahun ini. Semangat kompetisi berpadu dengan kebersamaan, menjadikan peringatan 17 Agustus bukan sekadar seremoni, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai perjuangan kepada generasi muda.
Dari halaman Pesantren Maskumambang, pesan kemerdekaan kembali digaungkan: perjuangan belum selesai.
Para pahlawan telah memberikan kemerdekaan. Kini, tugas generasi muda adalah mengisinya dengan ilmu, akhlak, prestasi, kerja keras, dan pengabdian.

Karena menjadi pelajar adalah perjuangan. Dan masa depan bangsa sedang dipersiapkan dari ruang-ruang belajar hari ini.
Dirgahayu Republik Indonesia!
Terus belajar, terus berjuang, terus melangkah untuk Indonesia yang lebih baik.
