Semarang – Kompetisi bukan semata-mata tentang siapa yang berdiri di podium. Bagi Tim Robotic Maskumambang, setiap arena perlombaan adalah ruang belajar untuk mengembangkan kemampuan, menguji hasil latihan, sekaligus memperluas wawasan di bidang teknologi. Semangat itulah yang dibawa para santri saat mengikuti Spectrofest (Spectacular Electro Festival) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Semarang pada Ahad (26 Juli 2026)
Keikutsertaan dalam ajang ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk bertemu dengan tim-tim robotika dari berbagai sekolah & universitas saling bertukar pengalaman, sekaligus melihat perkembangan teknologi yang terus mengalami kemajuan. Setiap robot yang tampil di arena menghadirkan pendekatan dan solusi yang berbeda, memberikan banyak pelajaran baru yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas maupun saat sesi latihan.
Tim Robotic Maskumambang didampingi oleh pembina Nuruddin dan Rifky Guntur selama mengikuti rangkaian kompetisi. Keduanya tidak hanya mendampingi saat pertandingan berlangsung, tetapi juga membimbing para peserta dalam proses persiapan, mulai dari penyempurnaan desain robot, pengujian program, hingga membangun mental bertanding yang percaya diri dan pantang menyerah.
Bagi Pondok Pesantren Maskumambang, keikutsertaan dalam berbagai kompetisi robotika merupakan bagian dari proses pendidikan. Prestasi tentu menjadi harapan, namun yang tidak kalah penting adalah membentuk karakter santri yang mampu berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, serta berani menghadapi tantangan dan mencari solusi atas setiap permasalahan yang ditemui.
Pengalaman mengikuti Spectrofest 2026 menjadi bekal berharga bagi para anggota tim untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan. Setiap tantangan yang dihadapi di arena akan menjadi bahan pembelajaran agar mampu tampil lebih baik pada kompetisi berikutnya.
Melalui kegiatan seperti ini, Pondok Pesantren Maskumambang terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang seimbang antara pembentukan akhlak, penguatan ilmu pengetahuan, serta penguasaan teknologi. Harapannya, para santri tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, tetapi juga siap berkontribusi dan berinovasi dalam menghadapi perkembangan zaman.