Gresik, 2 Mei 2026 – Pondok Pesantren Maskumambang secara resmi melepas 99 Jamaah Haji Maskumambang yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) YKUI Maskumambang untuk menunaikan ibadah haji tahun 1447 H. Kegiatan pelepasan berlangsung khidmat di Masjid Maskumambang pada Sabtu (2/5) siang.
Salah satu panitia keberangkatan, Ustadz Musyrofin, menjelaskan bahwa acara pelepasan dimulai pukul 09.30 WIB, meskipun para jamaah telah hadir sejak pukul 08.00 WIB dan memadati area masjid.
“Alhamdulillah pada siang hari ini kami telah melaksanakan pelepasan 99 Jamaah Haji KBIHU YKUI Maskumambang yang biasanya disebut Jamaah Maskumambang untuk menunaikan ibadah haji tahun 1447 H,” kata beliau.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh Ustadz H. Tasdi sebagai pemandu acara. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh pembimbing haji, Ustadz Muhammad Imdad, yang memberikan pesan pelepasan sekaligus memohon doa restu dari keluarga jamaah.

Sambutan utama yang sekaligus menjadi pelepasan Jamaah Maskumambang oleh pemangku Pondok Pesantren Maskumambang yang juga merupakan Ketua KBIHU YKUI Maskumambang, K.H. Nidlol Masyhud, Lc., Dpl. Dalam arahannya, baliau menegaskan pentingnya kesiapan jamaah, baik dari sisi niat, keikhlasan, maupun pemahaman keilmuan.
Pesan K.H. Nidlol Masyhud kepada Jamaah Maskumambang: Haji Bukan Sekadar Niat, Tapi Juga Ilmu dan Keteladanan Rasulullah
Dalam sambutan langsung pemangku, K.H. Nidlol Masyhud menekankan pentingnya persiapan yang matang, tidak hanya dari sisi niat, ikhlas, tetapi juga ilmu.
“Yang pertama, di samping meluruskan niat, harus ditambah dengan keikhlasan hati yang lapang dalam menunaikan ibadah serta mempersiapkan ilmu. Dari materi yang telah kita pelajari saat manasik hingga ilmu teknis yang insyaallah bisa dipelajari saat pelaksanaan dan mengikuti arahan pembimbing nantinya,” ungkap K.H. Nidlol Masyhud.

Beliau juga menyoroti pentingnya meneladani pelaksanaan haji Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam secara maksimal, termasuk menjalankan rangkaian ibadah seperti tarwiyah di Mina, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah.
“Yang tidak dilakukan oleh Rasulullah atau belum jelas dalilnya, tidak perlu kita lakukan. Kita fokus pada sunnah yang jelas dan melaksanakannya secara maksimal,” tegas beliau.
Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya solidaritas antar jamaah selama berada di Tanah Suci, “Kami harap Jamaah Maskumambang bisa saling tolong-menolong. Itu meruoakan bagian dari amal dalam kondisi safar yang berat, yang insyaallah akan menambah pahala”.
Di akhir sambutan, beliau menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh jamaah. “Keluarga besar Pondok Pesantren Maskumambang mengucapkan selamat kepada para jamaah. Semoga diberkahi oleh Allah Ta’ala, dilancarkan perjalanannya mulai dari keberangkatan, tiba di lokasi, hingga sampai kembali lagi dengan aman dan selamat, serta mendapatkan haji yang mabrur.” pungkas K.H. Nidlol Masyhud.

Dengan penuh harap, seluruh pihak mendoakan agar setiap rangkaian ibadah yang dijalani senantiasa diberi kemudahan, keselamatan, serta keberkahan. Lebih dari itu, keberangkatan ini tidak hanya menjadi perjalanan raga menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan batin untuk meraih melengkapi kelima rukun islam.
