GRESIK — Perhelatan tahunan regenerasi kepengurusan Ikatan Pelajar Putra (IPRA) di Kompleks Pondok Pesantren Maskumambang, Dukun, Gresik berlangsung meriah pada Kamis (22/10) pagi. Kegiatan serentak yang berlangsung mulai pukul 07.45 hingga 09.00 WIB ini menghadirkan dinamika unik, tingkat Madrasah Aliyah (MA) menerapkan sistem e-voting berbasis website mandiri di Aula Putra, sementara tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) mengalihkan agenda pemilihan menjadi kegiatan jalan sehat bersama yang dilanjutkan pidato pengukuhan paslon hasil musyawarah.
Kegiatan yang berpusat di lingkungan Pondok Pesantren Maskumambang ini melibatkan santri putra, Musyawarah Pengurus Kelas (MPK), dewan guru, pengurus IPRA, serta pembina kesiswaan. Regenerasi tersebut menjadi sarana edukasi demokrasi sekaligus upaya menumbuhkan kemampuan kepemimpinan, tanggung jawab, dan partisipasi santri dalam organisasi.
Di tingkat MA, pemungutan suara berlangsung di Aula Putra dengan memanfaatkan platform e-voting berbasis situs web yang dikembangkan secara mandiri. Sebelum pemungutan suara, kedua pasangan calon memaparkan visi dan misi serta mengikuti sesi tanya jawab dengan audiens. Tahapan ini memberikan kesempatan kepada santri untuk mengenal program kerja kandidat sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, dan memecahkan masalah.
Berdasarkan hasil rekapitulasi pada platform e-voting madrasah, pasangan nomor urut 1, Muhammad Hafiy Nizamuddin dan Atthariq Firdauzan Bihaqqi, memperoleh 51 suara. Sementara itu, pasangan nomor calon urut 2, Mohammad Makinun Amin dan Haidar Aryasatya Alshirozy, meraih 23 suara. Dengan hasil tersebut, pasangan calon nomor urut 1 unggul dalam pemilihan kepengurusan IPRA tingkat MA.

Sementara itu, kegiatan IPRA di tingkat MTs Putra berlangsung dengan pendekatan yang berbeda. Karena penetapan pasangan calon terpilih dilakukan melalui musyawarah mufakat, MTs tidak mengadakan pemungutan suara seperti di tingkat MA. Untuk mengisi waktu selama proses pemilihan di MA berlangsung, kegiatan MTs diisi dengan jalan sehat bersama mengelilingi kawasan sekitar pesantren. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menjaga kebugaran jasmani dan mempererat kebersamaan antarsantri.
Setelah jalan sehat, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah doorprize kepada para peserta. Acara kemudian dilanjutkan dengan pidato kemenangan pasangan calon terpilih, Muhammad Jadid Roihan Al Hakim dan Muhammad Alvaro Al Fatih Aidan dari kelas VIII C. Penetapan pasangan tersebut dilakukan melalui musyawarah mufakat yang melibatkan pembina IPRA, perwakilan dewan guru, pengurus IPRA, dan Musyawarah Pengurus Kelas (MPK). Mekanisme ini menjadi bentuk penerapan musyawarah dalam proses regenerasi kepemimpinan IPRA di tingkat MTs.

Pembina IPRA Maskumambang, Ustaz Fery Effendi, S.Pd., mengapresiasi kelancaran pelaksanaan kegiatan regenerasi kepengurusan di kedua jenjang pendidikan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi bagi santri dalam memahami proses penentuan pemimpin serta melahirkan pemimpin yang mampu mengawali dan menjalankan program organisasi secara bertanggung jawab.
“Dari lembaga berharap proses ini akan memberikan edukasi kepada anak-anak terkait kehidupan dalam menentukan pemimpin. Dan kami berharap akan menghasilkan pemimpin-pemimpin terbaik yang kita siapkan untuk bisa mengawal seluruh program-program yang akan dilakukan oleh IPRA di MA dan MTs Maskumambang,” tutur Ustaz Fery Effendi, S.Pd.
Melalui kegiatan regenerasi ini, IPRA Maskumambang diharapkan mampu melahirkan pengurus yang siap menjalankan amanah organisasi serta mengembangkan berbagai program yang bermanfaat bagi santri. Perbedaan mekanisme pemilihan di tingkat MA dan MTs juga menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi santri, sehingga mereka dapat mengenal mekanisme pemilihan pemimpin, baik melalui pemungutan suara maupun musyawarah mufakat.