Dari Karantina Menuju Juara: Hilwa dan Wahyu Bawa Nama Maskumambang Bersinar di OMI 2026

Gresik —Prestasi gemilang kembali ditorehkan santri Pondok Pesantren Maskumambang. Dua pelajar dari MTs dan MA YKUI Maskumambang sukses mendominasi ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Gresik pada 7-8 September 2026.

Nazida Hilwa Nishfi Sya’bana (kelas 9E MTs) berhasil merebut Juara 1 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terintegrasi, sementara Mohammad Wahyu Tri Maulana (kelas 12 MAU) meraih Juara 3 Ekonomi Terintegrasi. Kemenangan ini otomatis mengantarkan keduanya ke OMI tingkat Provinsi Jawa Timur yang akan digelar 5–6 Oktober mendatang.

Karantina Intensif: Kunci Menaklukkan OMI 2026

Di balik keberhasilan tersebut terdapat proses panjang yang tidak mudah. Sebelum bertanding di MAN 1 Gresik, para delegasi terbaik Pondok Pesantren Maskumambang dari berbagai jenjang dan bidang studi terlebih dahulu mengikuti program karantina selama kurang lebih satu pekan.

Karantina tersebut dilakukan agar para peserta mendapatkan pembinaan secara lebih intensif, terarah, dan fokus.

“Anak-anak dikarantina kurang lebih satu pekan. Mereka belajar materi dan soal-soal OMI tahun-tahun sebelumnya dengan didampingi para guru pembina masing-masing. Tujuannya tentu saja agar lebih fokus dan hasilnya diharapkan lebih maksimal,” ujar Ustadz Rudi, selaku Koordinator Bidang Olimpiade Pondok Pesantren Maskumambang.

Selama masa karantina, aktivitas belajar berlangsung sejak pagi hingga sore. Ketika tidak ada guru pembimbing, para santri belajar secara mandiri. Sementara ketika guru pembina hadir, proses pembelajaran dilakukan bersama melalui pembahasan materi, latihan soal, hingga evaluasi.

Tumpukan materi dan soal-soal olimpiade menjadi teman belajar mereka setiap hari. Rasa lelah dan jenuh tentu sesekali hadir. Namun, semangat untuk memberikan hasil terbaik bagi madrasah dan pondok membuat mereka terus bertahan.

“Sungguh luar biasa anak-anak Maskumambang ini! Mereka belajar dengan antusias dan tak kenal lelah,” tutur Ustadz Rudi.

Soal OMI Tahun 2019 hingga 2025 Dilahap

Keseriusan para peserta selama karantina terlihat dari materi latihan yang mereka pelajari. Berbagai soal OMI dari tahun-tahun sebelumnya dibedah dan dikerjakan secara intensif. Mulai dari soal tahun 2019 hingga 2024, bahkan soal OMI tahun 2025 yang baru saja berlalu, menjadi bahan latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.

Latihan tersebut tidak hanya bertujuan memperbanyak penguasaan materi, tetapi juga membiasakan para peserta menghadapi karakter soal olimpiade yang membutuhkan ketelitian, pemahaman konsep, penalaran, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Alhamdulillah, perjuangan panjang selama masa pembinaan berbuah prestasi.

Konsistensi Hilwa dan Wahyu di Jalur Juara

Nama Nazida Hilwa Nishfi Sya’bana akhirnya menjadi yang tertinggi dalam kompetisi OMI bidang IPS terintegrasi jenjang MTs/SMP tingkat Kabupaten Gresik.

Santri kelas 9E tersebut berhasil mengungguli para peserta lainnya dan mengamankan Juara 1. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi MTs YKUI Maskumambang. Terlebih, Hilwa masih duduk di kelas 9 dan telah menunjukkan kemampuan akademik yang mampu bersaing di tingkat kabupaten. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi modal berharga untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di tingkat provinsi.

Sementara itu, Mohammad Wahyu Tri Maulana kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu santri berprestasi Maskumambang. Santri kelas 12 MAU tersebut berhasil meraih Juara 3 OMI bidang Ekonomi terintegrasi jenjang MA/SMA tingkat Kabupaten Gresik. Bagi Wahyu, dunia olimpiade bukanlah sesuatu yang baru. Sejak duduk di bangku MTs YKUI Maskumambang, berbagai prestasi dan trofi olimpiade telah berhasil diraihnya.

Tidak mengherankan apabila kiprahnya dalam OMI bidang Ekonomi jenjang MA/SMA menjadi salah satu pencapaian yang sangat dinantikan. Konsistensi, pengalaman, dan kebiasaannya menghadapi soal-soal kompetisi menjadi modal penting bagi Wahyu untuk terus berkembang.

Menurut Ustadz Syaifudin Yuchal, S.E, S.Pd, sehari setelah pelaksanaan OMI, dirinya sempat bertanya kepada Wahyu mengenai soal-soal yang telah dikerjakannya. Wahyu menyampaikan bahwa secara umum dirinya mampu menjawab soal-soal yang tersedia.

“Mungkin hanya tiga soal yang saya tidak bisa dan ragu menjawab,” ujar Ustadz Yuchal menirukan ucapan Wahyu. Pernyataan tersebut menunjukkan kepercayaan diri yang telah terbangun melalui proses latihan dan pembinaan intensif selama masa karantina.

Empat Pekan Menuju Pertarungan Tingkat Provinsi

Perjuangan Hilwa dan Wahyu belum berakhir. Setelah sukses melewati kompetisi tingkat Kabupaten Gresik, keduanya kini harus kembali mempersiapkan diri menghadapi OMI tingkat Provinsi pada 5–6 Oktober 2026.

Masih tersedia waktu sekitar empat pekan untuk melakukan evaluasi, memperkuat materi, memperbanyak latihan soal, serta mematangkan strategi menghadapi persaingan di tingkat provinsi.

Ustadz Rudi berharap prestasi yang diraih di tingkat kabupaten menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh.
“Semoga mereka sukses dan melaju hingga tingkat nasional,” harap Ustadz Rudi.

Prestasi Hilwa dan Wahyu memberikan pesan penting bahwa keberhasilan tidak lahir secara instan. Di balik medali dan piala terdapat proses panjang berupa belajar, berlatih, berjuang, menghadapi rasa lelah, dan terus mencoba.

Program karantina yang dilakukan Pondok Pesantren Maskumambang menjadi salah satu ikhtiar untuk memberikan ruang pembinaan yang lebih fokus kepada para santri terbaiknya.

Kini, dua nama tersebut membawa harapan baru. Hilwa dengan Juara 1 IPS MTs/SMP dan Wahyu dengan Juara 3 Ekonomi MA/SMA telah membuka jalan menuju panggung yang lebih tinggi. Dari Kabupaten Gresik, perjuangan berlanjut ke tingkat Provinsi Jawa Timur.

Semoga langkah mereka semakin jauh, prestasinya semakin tinggi, dan perjuangannya mampu mengantarkan nama MTs dan MA YKUI Maskumambang serta Pondok Pesantren Maskumambang hingga ke tingkat nasional.

Selamat, Hilwa dan Wahyu! Terus belajar, terus berjuang, dan terus mengukir prestasi. Dari Maskumambang untuk Gresik, Jawa Timur, dan Indonesia. (Husni)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *