Setiap sekolah punya cerita. Bisa baik, buruk, menyenangkan atau menyedihkan. Tentu semua berharap rangkaian cerita yang tersaji adalah rangkaian cerita tentang kehebatan, kemenangan, kejayaan, prestasi dan berbagai cerita indah lainnya.

Ada banyak penilaian tentang sekolah hebat. Kreterianya mungkin beragam. Bisa dari fasilitas sekolah yang memadai, kualitas guru yang super keren, prestasi siswa yang jempolan, kurikulum yang okey punya, kegiatan extra kurikuler yang kreatif inovatif atau dari kualitas lulusan yang TOP habis.

Menjadi sekolah hebat, tentu punya cerita. Perjuangannya bisa saja tak mudah, bahkan mungkin berdarah-darah untuk meraihnya. Semua butuh proses, dan proses itu tidaklah instan. Perlu konsentrasi tingkat tinggi dan kerja keras semua elemen yang membuncah jiwa.

Seperti halnya Matsamas. Sebutan MTs YKUI Maskumambang yang terletak di Jl Raya Sembungan Kidul. Tepatnya di desa Sembungan Kidul, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Sekolah ini berada di kompleks Pondok Pesantren Maskumambang, dibawah naungan Yayasan Kebangkitan Ummat Islam (YKUI).

Saat awal berdirinya, sekolah ini biasa-biasa saja. Belum banyak prestasi yang ditorehkan. Namun yang pasti, sekolah ini memegang teguh prinsip ketauhidan. Mengajarkan tentang nilai-nilai kemurnian Al Qur’an dan As Sunnah, yang sudah menjadi titahnya sejak awal berdirinya. Tentu saja, pembinaan karakter juga tak mau ketinggalan terus menjadi sentral perhatian.

Sekolah ini mempunyai misi yakni mencetak kader–kader da’i yang diharapkan dapat menghapus kepercayaan–kepercayaan masyarakat yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam. Mencetak kader–kader yang berakhlaq karimah, unggul dalam prestasi dan berwawasan global. Mencetak siswa yang mampu mengamalkan syariat-syariat islam, serta mengoptimalkan amaliah-amaliah yang berbasis islam dalam kehidupan sehari-hari.

Satu hal yang pasti, sejak berdirinya madrasah ini, pergaulan antara siswa putra dan putri sangat diperhatikan. Pemisahan komplek pembelajaran antara putra dan putri sudah menjadi keharusan yang harus tetap dijaga dan dilestarikan. Gedung putra, untuk komplek putra sementara gedung putri, untuk komplek putri.

Kenapa harus terpisah? Iya, inilah uniknya MTs YKUI Maskumambang Gresik. Sebuah lembaga yang menjaga betul tentang pergaulan antara putra dan putri dengan cara dipisah. Ciri ini sudah melekat kuat sejak awal berdirinya. Dan sampai kapanpun identitas ini akan tetap dijaga dan dilestarikan.

Seiring berjalannya waktu, eksistensi Matsamas semakin berkibar. Sekolah ini semakin hari semakin berbenah. Gedung semakin megah, sarana & prasarana makin terpenuhi, kurikulum makin inovatif terpadu dengan kurikulum pesantren yang punya ciri khas. Ada banyak prestasi yang terus mengalir, raihan tropy semakin mengunung. Utamanya dalam empat tahun terakhir ini, Matsamas betul-betul digdaya dan aktif berperan serta di setiap event olimpiade yang diikuti. Aktif dan kreatif, begitulah kiranya, saya menyebutnya.

Coba kita telisik, di tahun 2019 lalu, kurang lebih 75 tropy telah mendarat dengan indah di almari tropy milik Matsamas. Eventnya mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Coba, kita ambil contohnya. Di ajang bergengsi OSN (Olimpiade Sains Nasional). Matsamas mengirimkan wakil terbaiknya yang lolos hingga ke provinsi. Dialah Muhammad Nur Majid, jagoan Matematika yang okey punya. Sebelumnya, saat Pra OSK, Matsamas juga berjaya ketika Muhammad Saif Al Atho’ mampu menduduki peringkat ke-2 mapel IPS se-kabupaten Gresik bersanding dengan wakil dari mapel IPA ananda Sagita yang juga lolos 8 besar siswa pembinaan Pra OSK.

Di ajang bergengsi lainnya, KSM (Kompetisi Sains Madrasah), wakil Matsamas juga berjaya hingga lolos ke Provinsi, kali ini juga dicatatkan atas nama Muhammad Nur Majid, delegasi dari mapel Matematika, sementara untuk mapel IPS, menduduki juara Harapan II atas nama Hanum Salsabila saat seleksi di tingkat kabupaten.

Dia ajang olimpiade lainnya, cerita indah Matsamas juga sering membahana. Mengangkasa dimana-mana. Seperti diajang DIFEST Nasional, yang mampu mengondol juara mapel PAI atas nama Tazkia Putri Damayanti dan Bunga Cahyaning Sachanna, ajang M2F yang menghasilkan banyak tropy, Quiz Fisika Nasional sebagai juara Harapan I, OMISMA yang juga berjaya, U-Fest Al Uswah juga berjaya, SMART COMBAT dan Emas Olimpiad yang keluar sebagai juara umum.

Di tahun 2018 silam, juga sama. Wakil-wakil Matsamas yang dikirimkan juga banyak meraih prestasi. Sebut saja di ajang KSM (Kompetisi Sains Madrasah), Mapel IPA yang diwakili Fara Sabrina, Matematika yang diwakili Nur Wahyuni dan Muhammad Nur majid serta Bahasa Inggris atas nama Ahmad Furqon Ibnu Seno keluar sebagai pemenangnya, dan berhak mewakili kabupaten Gresik ke tingkat Provinsi.

Pernah juga wakil Matsamas keluar sebagai pemenang diajang bergengsi tingkat Kabupaten Gresik sebagai juara I dan II Siswa Teladan putra dan Putri. Tak hanya di bidang olimpiade, dibidang minat dan bakat, Matsamas juga jering berjaya. Sebut saja, Elang Emas putra, milik Matsamas, yang sudah melalang buana di jagat kepramukaan tingkat Kabupaten. Berbagai event sering diraih, bahkan kejuaraan bergengsi lomba Pionering dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten Gresik keluar sebagai rajanya. Woow keren.

Itulah sekelumit cerita prestasi yang diukir oleh siswa-siswi terbaik milik Matsamas. Semoga bisa menginspirasi dan menjadikan Matsamas semakin lebih baik lagi, berkembang menjadi sekolah unggul, syarat prestasi namun tetap memperjuangkan nilai-nilai ketauhidan, konsen sebagai sekolah karakter yang memegang teguh titahnya sebagai sekolah pesantren yang tetap memisahkan pergaulan antara putra dan putri.

Iya, Matsamas makin berbenah, menjadi sekolah unggul yang syarat prestasi. Meski lokasinya ada di desa, jauh dari perkotaan. Namun kualitasnya tetaplah rasa kota. Iya, Matsamas, bukan lagi sekolah biasa, namun sekolah luar biasa, sekolahnya para juara yang ingin mengukir prestasi setinggi-tingginya dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai ketauhidan dan berakhlak mulia. Bravo! . By Husni Mubarok

Leave a Comment