Gresik – Menjelang berakhirnya masa pembelajaran santri kelas 6, MI YKUI Maskumambang melaksanakan berbagai tahapan uji kopentensi santri, salah satunya ujian praktik yang sebagai bagian dari evaluasi akhir pembelajaran tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan tersebut menjadi tahapan penting bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan akademik, keterampilan, dan kreativitas yang telah dipelajari selama enam tahun.
Pelaksanaan ujian praktik dimulai pada Selasa, 12 Mei 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu, 16 Mei 2026. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Muhammad Amrullah, S.Pd.I. selaku Wakil Kepala Bidang Akademik MI YKUI Maskumambang.

“Pelaksanaan ujian praktik dimulai hari Selasa, 12 Mei 2026 kemarin dengan mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) sampai hari Sabtu, 16 Mei 2026 besok,” kata Ustadz Amrullah.
Beliau menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian praktik pada Rabu, 13 Mei 2026 dikemas secara berbeda dibandingkan hari lainnya. Pada hari tersebut terdapat tiga mata pelajaran yang diujikan, yakni Seni Budaya dan Prakarya, Bahasa Arab, serta Bahasa Jawa.

“Namun khusus untuk hari Rabu (13/5) ujian praktiknya dikemas berbeda. Dalam hari tersebut terdapat tiga mata pelajaran yang diujikan, terdiri dari Seni Budaya dan Prakarya, Bahasa Arab, dan Bahasa Jawa,” jelas beliau.
Dalam ujian praktik Seni Budaya dan Prakarya, santri diminta menampilkan gelar karya dan praktik kewirausahaan. Sementara itu, mata pelajaran Bahasa Arab dilaksanakan dalam bentuk muhadatsah atau percakapan berbahasa Arab, sedangkan Bahasa Jawa diuji dengan menampilkan drama menggunakan bahasa Krama.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian dalam pelaksanaan ujian praktik MI YKUI Maskumambang adalah adanya bazar kecil yang diwujudkan dari mata uji kewirausahaan. Berbagai jenis makanan dan minuman hasil olahan wali santri dipasarkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari cilok saus kacang, es jelly, rice bowl, hingga aneka makanan lainnya.
“Alhamdulillah semua makanan yang dibawa para santri ludes terjual,” tutur Ustadz Amrullah. Bazar tersebut mendapat sambutan antusias dari para santri kelas 1 hingga kelas 5 yang menjadi konsumen utama selama kegiatan berlangsung. Selain melatih keterampilan kewirausahaan santro, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran praktik dalam pengelolaan usaha sederhana.

Tidak hanya itu, hasil prakarya turut menjadi perhatian karena dinilai kreatif dan inovatif. Beragam karya dipamerkan dalam ujian praktik tersebut, di antaranya kincir angin, mobil mainan, spanduk angka bertenaga listrik menggunakan panel surya, hingga lampu sederhana yang memanfaatkan tenaga gerak.
“Anak-anak sangat kreatif dan inovatif dalam membuat karya. Ada yang membuat karya yang berdaya listrik tenaga matahari dengan menggunakan panel surya. Ada juga yang membuat lampu sederhana bertenaga kinestetik atau gerak, dan lain sebagainya.” ungkap Ustadz Amrullah.

Melalui pelaksanaan ujian praktik tersebut, MI YKUI Maskumambang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga penguatan keterampilan, kreativitas, komunikasi, dan jiwa kewirausahaan santri. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pengalaman berharga sekaligus penutup yang berkesan bagi santri kelas 6 sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Dokumentasi santri kelas 6 MI YKUI Maskumambang saat melaksanakan ujian praktik Seni Budaya dan Prakarya



