SMK Maskumambang Terapkan Green Card, Perkuat Pembinaan Karakter dan Kompetensi Santri

GRESIK – SMK Maskumambang terus berinovasi dalam mempersiapkan santri agar memiliki karakter yang baik, disiplin, kompeten, dan siap menghadapi dunia kerja. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penerapan sistem Green Card, yaitu mekanisme asesmen dan seleksi untuk memastikan kesiapan santri sebelum mengikuti internship atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) di dunia industri.

Program ini dirancang tidak sekadar untuk menentukan kelayakan santri mengikuti PKL, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter, penguatan kompetensi keahlian, dan perencanaan karier. Melalui Green Card, santri kelas XI dan XII mendapatkan kesempatan untuk mempersiapkan diri mengikuti Mandatory Internship atau PKL wajib, maupun Optional Internship atau PKL tambahan untuk memperluas pengalaman di dunia industri.

Penerapan Green Card menegaskan bahwa kesiapan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. Aspek ibadah, karakter, kedisiplinan, dan kesiapan mental juga menjadi bagian penting dalam membentuk calon tenaga kerja yang profesional dan bertanggung jawab.

Green Card: Mengukur Kesiapan, Mendorong Perbaikan Diri

Asesmen Green Card mencakup lima aspek utama, yaitu ibadah, karakter, kedisiplinan, kompetensi keahlian, dan simulasi wawancara kerja (job interview).

Pada aspek ibadah, santri dinilai berdasarkan kemampuan melaksanakan salat, membaca Al-Qur’an, serta berwudu dengan baik dan benar. Aspek karakter dan kedisiplinan meliputi tanggung jawab, pembiasaan perilaku positif, kepatuhan terhadap aturan, serta kesiapan mengikuti budaya kerja di lingkungan industri.

Sementara itu, penilaian kompetensi keahlian disesuaikan dengan bidang masing-masing jurusan. Santri juga mengikuti simulasi wawancara kerja untuk mengukur kemampuan berkomunikasi, kepercayaan diri, serta kecakapan dalam menjelaskan potensi dan kompetensi yang dimiliki.

Santri yang memenuhi kriteria akan memperoleh Green Card sebagai tanda kesiapan mengikuti PKL, sesuai dengan peluang dan penempatan industri yang tersedia. Adapun santri yang belum memenuhi kriteria tetap mendapatkan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri melalui pembinaan di sekolah.

Dengan demikian, Green Card tidak hanya berfungsi sebagai instrumen seleksi, tetapi juga sebagai sarana evaluasi diri. Santri dapat mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan, menyusun langkah perbaikan, dan mempersiapkan diri secara bertahap untuk mencapai target kariernya.

Dua Santri Kelas XI Jurusan TKJ Lolos Seleksi Internship

Penerapan sistem Green Card mulai menunjukkan hasil positif. Alhamdulillah, dua santri kelas XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Maskumambang dinyatakan memenuhi kriteria Green Card dan berhasil lolos seleksi internship di PT Omadata Intiland Surabaya.

Kedua santri tersebut adalah:

  1. Delvierohansya A.P. Alhuzaifi
    2. Moh. Syaqif Maulana El Fatan

Keduanya berhasil melewati serangkaian tahapan seleksi, termasuk tes dari pihak industri dan asesmen dari sekolah. Capaian ini menjadi langkah penting bagi keduanya untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memperoleh pengalaman belajar langsung di lingkungan kerja profesional.

Kedua santri tersebut dijadwalkan menjalani PKL selama enam bulan di PT Omadata Intiland Surabaya. Selama program berlangsung, mereka diharapkan dapat memperdalam keterampilan teknis sesuai bidang keahlian, memahami budaya kerja profesional, meningkatkan kedisiplinan, serta mengembangkan kemampuan beradaptasi dan bekerja sama dalam tim.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk mempersiapkan diri sejak dini. Dengan pembinaan yang terarah, semakin banyak santri diharapkan mampu memenuhi kriteria Green Card dan memperoleh kesempatan belajar di industri sesuai minat serta kompetensinya.

Membangun Kepercayaan Industri melalui Kesiapan Santri

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) SMK Maskumambang, Agam Agustian, S.Pd., menyampaikan bahwa program Green Card merupakan salah satu upaya sekolah untuk memastikan kesiapan santri sebelum memasuki lingkungan kerja profesional.

Menurutnya, hubungan baik antara sekolah dan dunia industri perlu didukung oleh kesiapan peserta didik, baik dari sisi kompetensi keahlian maupun sikap dan perilaku kerja. Oleh karena itu, asesmen sebelum PKL menjadi langkah penting untuk membangun kepercayaan industri terhadap kualitas santri SMK Maskumambang.

Santri yang mengikuti PKL diharapkan mampu menjaga nama baik sekolah, menunjukkan etos kerja yang baik, menaati peraturan perusahaan, serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar langsung dari para praktisi industri.

Keberangkatan dua santri jurusan TKJ ke PT Omadata Intiland Surabaya diharapkan menjadi langkah positif dalam memperkuat hubungan sekolah dengan dunia industri sekaligus membuka peluang pengalaman kerja yang lebih luas bagi santri lainnya.

Menumbuhkan Kesadaran untuk Memperbaiki Diri secara Mandiri

Wakil Kepala Sekolah Bidang Bimbingan Career Planning SMK Maskumambang, Ir. M. Nuril Anwar Habiby, S.Pd., M.T., menjelaskan bahwa Green Card tidak semata-mata bertujuan menentukan santri yang boleh atau belum boleh mengikuti PKL. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran dan kemauan santri dalam memperbaiki diri secara mandiri.

Menurutnya, pembinaan karakter dan peningkatan kompetensi akan lebih bermakna apabila tumbuh dari kesadaran diri, bukan hanya karena perintah, teguran, atau hukuman dari guru.

Melalui Green Card, santri didorong untuk memahami bahwa kesempatan mengikuti internship perlu dipersiapkan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Mereka diharapkan mampu menjaga ibadah, membiasakan perilaku positif, meningkatkan kedisiplinan, mengasah kompetensi sesuai jurusan, serta mempersiapkan diri menghadapi wawancara kerja tanpa harus terus-menerus diingatkan.

Kriteria asesmen yang terukur juga membantu santri mengenali kekurangan dan menentukan langkah perbaikan. Dengan begitu, proses pembinaan tidak berhenti pada pemenuhan persyaratan PKL, tetapi berkembang menjadi kebiasaan untuk terus belajar, mengevaluasi diri, dan meningkatkan kualitas pribadi.

Ia berharap, Green Card dapat menumbuhkan budaya berprestasi dan budaya memperbaiki diri di lingkungan sekolah. Santri tidak hanya berorientasi pada kelulusan atau keberangkatan PKL, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik, kompeten, disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.

Menyiapkan Lulusan Berkarakter dan Siap Menghadapi Dunia Kerja

Penerapan Green Card merupakan bagian dari komitmen SMK Maskumambang dalam mengintegrasikan pembinaan karakter, penguatan kompetensi keahlian, dan perencanaan karier dalam pendidikan vokasi.

Sekolah meyakini bahwa kesiapan memasuki dunia industri tidak cukup hanya dengan kemampuan teknis. Santri juga perlu memiliki karakter yang baik, kedisiplinan, tanggung jawab, kebiasaan ibadah yang terjaga, serta kemampuan berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan kerja.

Melalui program ini, SMK Maskumambang berupaya membangun sistem pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. Santri tidak hanya dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga dibimbing agar mampu mengenali potensi diri, memperbaiki kekurangan, dan mengembangkan kompetensi secara mandiri.

Keberhasilan Delvierohansya A.P. Alhuzaifi dan Moh. Syaqif Maulana El Fatan dalam memperoleh Green Card dan kesempatan internship selama enam bulan di PT Omadata Intiland Surabaya menjadi bukti awal dari upaya tersebut sekaligus motivasi bagi santri lainnya untuk terus berkembang.

SMK Maskumambang berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi keahlian, tetapi juga berkarakter, disiplin, mandiri, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Melalui pembinaan yang terintegrasi, sekolah berharap dapat melahirkan generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, dunia industri, dan masa depan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *