Perkuat Jaringan Astronomi Nasional, MASA Sukses Ikuti JANAKA 2026 di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL — Komunitas astronomi Maskumambang Astronomical Studies Association (MASA) resmi berpartisipasi dalam ajang bergengsi Jambore Nasional Komunitas Astronomi (JANAKA) 2026. Perhelatan tahunan yang mempertemukan ratusan pegiat astronomi dari berbagai penjuru tanah air ini diselenggarakan di kawasan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat hingga Minggu, 3–5 Juli 2026.

Kehadiran MASA dalam JANAKA 2026 bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring (networking), serta memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ilmu astronomi dan ilmu falak di Indonesia. Agenda berskala nasional ini menjadi wadah strategis bagi para anggotanya untuk menyelaraskan pemahaman sains langit modern dengan metode falakiyah yang berkembang di masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, MASA mendelegasikan tim yang didampingi oleh dua pembina, yaitu Kukuh Dwi Prasetyo, S.Si. dan Jihad Bilhaq Nasih, S.Pd., serta mengikutsertakan empat anggota aktif: Moh. Makinun Amin, M. Hafiy Nizamuddin, M. Ibrah Al-Amri, dan Ahmad Husein Ghifari.

Selama tiga hari pelaksanaan, delegasi MASA mengikuti seluruh rangkaian agenda yang telah disusun secara intensif oleh panitia. Proses kegiatan meliputi seminar nasional dan diskusi ilmiah yang menghadirkan para pakar astronomi. Tidak hanya teori, para peserta juga diwajibkan mengikuti workshop praktis, sesi berbagi pengalaman antar-komunitas, serta kegiatan kebersamaan yang dirancang untuk mempererat hubungan antar-klub astronomi se-Indonesia.

Pada sesi malam hari, para peserta melakukan observasi benda langit secara langsung, praktik pembacaan peta langit, hingga pengukuran benda-benda langit menggunakan instrumen observasi modern. Kondisi langit malam Gunungkidul yang relatif bersih dari polusi cahaya mendukung kelancaran praktik lapangan ini.

Pembina MASA, Kukuh Dwi Prasetyo, S.Si., menyatakan bahwa keikutsertaan dalam JANAKA 2026 memberikan dampak yang sangat positif bagi perkembangan kapasitas anggotanya. Pengalaman langsung di lapangan dinilai menjadi modal penting untuk memajukan komunitas ke depan.

“Selama mengikuti JANAKA 2026, para peserta mengaku memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah didapatkan. Melalui forum diskusi dan praktik bersama, mereka belajar memperdalam ilmu astronomi, mengenali rasi bintang, membaca peta langit, memahami teknik observasi, hingga melakukan pengukuran terhadap benda-benda langit. Selain itu, kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dengan komunitas astronomi dari berbagai daerah menjadi bekal berharga untuk pengembangan MASA di masa mendatang,” ujar Kukuh Dwi Prasetyo selaku pembina MASA.

Melirik rekam jejaknya, JANAKA memiliki sejarah panjang dalam merajut kolaborasi komunitas astronomi tanah air. Ajang nasional ini pertama kali dilaksanakan di Surabaya pada tahun 2017, sebelum akhirnya terpaksa digelar secara daring pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19. Setelah jeda yang cukup lama, gelaran ketiga sukses dilaksanakan secara luring di Institut Teknologi Sumatera (Itera), Lampung, pada 13–15 September 2024. Mengusung tema “Jaga Alamku Jaga Langitku, Bersama Itera Menjaga Keindahan Langit Malam Indonesia” dan jargon “Dari Sumatera Untuk Semesta”, Lewat rekam jejak tersebut, pelaksanaan JANAKA 2026 di Gunungkidul ini menjadi babak baru yang diharapkan terus konsisten dalam meningkatkan literasi sains antariksa di Indonesia, dan mampu melahirkan inovasi baru dalam metode rukyatul hilal maupun edukasi antariksa bagi masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *