Gresik – MI YKUI Maskumambang terus memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan dasar yang responsif terhadap kebutuhan pembelajaran abad ini melalui inovasi pembelajaran berbasis pengalaman langsung. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program bonding murabbi dengan kegiatan eksperimen sains kapilaritas air berwarna bagi santri kelas 1 dan 2.
Kegiatan yang digelar pada Rabu, 31 Desember 2025, pukul 09.30-11.00 WIB ini dilaksanakan dengan metode outing class di area sekitar tambak, sehingga menghadirkan suasana belajar yang kontekstual, edukatif, dan selaras dengan alam sekitar.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan konsep dasar sains secara sederhana dan aplikatif kepada para santri. Dengan memanfaatkan lingkungan alam sebagai media belajar, santri diajak untuk mengamati langsung fenomena perambatan air berwarna melalui tisu sebagai contoh konsep kapilaritas. Sebelum praktik dimulai, guru terlebih dahulu memperkenalkan alat dan bahan yang digunakan, yakni gelas, tisu, serta air berwarna, agar santri memahami tahapan kegiatan secara sistematis.

Ustadz Abdul Basith, S.Pd.I selaku guru pengampu pengembangan sains kelas kecil MI YKUI Maskumambang, menyampaikan bahwa kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai dengan perencanaan.
“Alhamdulillah pelaksanaan eksperimen sains MI YKUI Maskumambang yang menggunakan metode outing class berjalan dengan lancar dan sukses,” kata Ustadz Basith. Beliau menambahkan bahwa pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih berkesan bagi para santri.
Dalam pelaksanaannya, santri dibagi dalam beberapa kelompok kecil untuk memudahkan pengamatan dan pendampingan. Setiap kelompok mengikuti prosedur eksperimen secara bertahap, mulai dari menuangkan air berwarna ke dalam gelas hingga mengamati perubahan warna yang merambat melalui tisu. Selama proses berlangsung, santri tampak aktif, antusias, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi melalui berbagai pertanyaan sederhana yang diajukan.

Pemilihan lokasi di luar kelas dinilai mampu meningkatkan fokus dan kenyamanan belajar santri. Lingkungan sekitar empang juga membantu para santri mengaitkan pembelajaran sains dengan fenomena alam yang ada di sekitar mereka. Menurut Ustadz Abdul Basith, kegiatan ini memberikan kesan positif karena anak-anak terlihat gembira, percaya diri, dan berani mencoba tanpa rasa takut melakukan kesalahan.

Kesan positif juga disampaikan oleh salah satu santri MI YKUI Maskumambang, Al Faruq. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan eksperimen sains tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan menyenangkan. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas membuat suasana lebih santai dan tidak membosankan.
“Kegiatannya seru dan menyenangkan, kita bisa belajar seperti bermain.” ujar Al Faruq. Pernyataan tersebut mencerminkan antusiasme santri serta keberhasilan MI YKUI Maskumambang dalam menghadirkan pembelajaran sains yang edukatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengenalan sains sejak dini dapat dilakukan secara sederhana namun tetap bermakna, dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar yang efektif.
MI YKUI Maskumambang berharap, pengalaman belajar ini mampu menumbuhkan minat, rasa percaya diri, serta kecintaan santri terhadap sains, sekaligus menjadi fondasi awal dalam membentuk generasi yang kritis, kreatif, dan peka terhadap fenomena alam di sekitarnya.
