Gresik – Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd. Takbir bergema di penjuru dunia, menandakan selesainya bulan Ramadan dan bermulanya Syawal, yang disebut dengan Idulfitri. Senin, 31 Maret 2025.
Secara harfiah, Idulfitri berarti “Hari Kembali kepada Fitrah” Kata “fitrah” merujuk pada keadaan manusia yang suci, bersih, dan kembali kepada asalnya. Oleh karena itu, Idulfitri juga melambangkan kembalinya umat Islam kepada keadaan suci setelah menjalani bulan Ramadan dengan penuh ibadah dan amal baik.
Pada Idulfitri kali ini, Pondok Pesantren Maskumambang mengadakan Shalat Idulfitri dengan diimami oleh Ustadz Mahfuz Abdul Rajak, M.Pd. dan dikhatibi langsung oleh pemangku Pondok Pesantren Maskumqambang, KH. Nidlol Masyhud, Lc., Dpl.
Shalat Idulfitri dimulai sekitar 06.00 pagi, dan dilaksanakan di Sebelah Tenggara Masjid Maskumambang. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Ta’mir Masjid Maskumambang, Bapak M. Burhanuddin Habibi.

Beliau juga menjelaskan bahwa Shalat Idulfitri di Pondok Pesantren Maskumambang dihadiri oleh banyak makmum, “Alhamdulillah, kali ini Shalat Idulfitri di Pondok Pesantren Maskumambang dihadiri oleh banyak makmum. Shaf yang sudah kita sediakan, hampir full”.
“Tadi juga makmum yang datang tepat waktu semua, hingga alhamdulillah tidak ada yang masbuk.” tambah beliau.
Khutbah Idulfitri 1446 H oleh KH. Nidlol Masyhud, Lc., Dpl.
Dalam Shalat Idulfitri ini, pemangku Pondok Pesantren Maskumambang, KH. Nidlol Masyhud, Lc., Dpl. berkesempatan memberikan khutbah setelah shalat jama’ah.

Melalui channel YouTube @pesantrenmaskumambang beliau menyambut Idulfitri 1446 H, “Pada hari ini, kita merayakan satu hari raya besar bagi umat islam. Hari dimana kita merayakan tuntasnya kita melaksanakan amal ibadah di bulan suci Ramadan. Saya atas nama pribadi dan Pondok Pesantren Maskumambang mengucapkan selamat Idulfitri, Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin.”
Lebih lanjut, beliau menjelaskan mengenai urusan penting yang patut menjadi perhatian kita setelah berakhirnya bulan suci Ramadan. Dengan mengagungkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, memperhatikan petunjuk dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kemudian banyak – banyak bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Sebelum mengakhiri khutbah, KH. Nidlol Masyhud menyampaikan beberapa pesan, “Semoga Allah Subhanahu Wata’ala menjadikan kita orang – orang yang mendapatkan kemenangan, dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana mengumpulkan kita di Lapangan ini, nantinya akan mengumpulkan kita juga bersama Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersama para shodiqin, para suhadak, dan para sholihin di Surganya Allah Subhanahu Wa Ta’ala”.