Gresik – Pondok Pesantren Maskumambang terus memperkuat peranannya dalam pengembangan keilmuan sains santri melalui kegiatan edukatif; Maskumambang Science Odyssey. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, dengan mengunjungi dua institusi menarik, yakni BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya dan Planetarium Akademi Angkatan Laut (AAL).
Koordinator Bidang Sains Pondok Pesantren Maskumambang, Ustadz H. Kukuh Dwi Prasetyo, S.Si., menjelaskan bahwa Maskumambang Science Odyssey merupakan program outing class yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar langsung di luar kelas sekaligus memperluas wawasan santri terhadap penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata.
“Alhamdulillah, kegiatan Maskumambang Science Odyssey telah terlaksana dengan baik. Program ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi santri Maskumambang agar mereka dapat memahami sains secara lebih mendalam dan aplikatif,” ujar Ustadz Kukuh, Rabu (5/2/2026).
Mengusung tema “Journey to the Edge of the Sea and Beyond the Stars”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan minat dan pemahaman santri terhadap ilmu meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran santri terhadap pentingnya upaya pengendalian bencana dan isu perubahan iklim, serta memperkenalkan secara langsung tugas dan fungsi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Rombongan santri Pondok Pesantren Maskumambang berangkat dari pesantren pada pukul 07.00 WIB dan tiba di kantor BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya sekitar pukul 09.00 WIB. Kedatangan peserta disambut oleh perwakilan BMKG, Bapak Sutarno dan Ibu Putri. Dalam sesi ini, santri mendapatkan pemaparan mengenai peran BMKG untuk masyarakat, pengenalan alat-alat observasi meteorologi, serta materi seputar cuaca, iklim, dan gempa bumi, mulai dari proses terjadinya, prakiraan, hingga langkah-langkah penanganannya.
Santri sangat berantusias ketika mereka diberi kesempatan mengamati secara langsung berbagai instrumen pendeteksi cuaca dan gempa bumi. Interaksi aktif antara santri dan pemateri menciptakan suasana pembelajaran yang hidup dan inspiratif.

Pada pukul 11.00 WIB seusai kegiatan di BMKG, rombongan Maskumambang Science Odyssey melanjutkan kunjungan ke Planetarium & Museum TNI AL “Loka Jaya Crana”. Di lokasi ini, santri memperoleh pengetahuan mengenai tata surya, berbagai benda langit, serta wawasan tentang sejarah perjuangan dan prestasi Angkatan Laut Republik Indonesia.
Kunjungan ke planetarium dan museum semakin melengkapi pengalaman belajar santri Pondok Pesantren Maskumambang. Selain memperluas wawasan astronomi, santri juga diperkenalkan pada nilai-nilai nasionalisme melalui sejarah dan capaian institusi pertahanan negara.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang berkesan serta menumbuhkan motivasi santri untuk terus mengembangkan minat dan pemahaman di bidang sains,” pungkas Ustadz Kukuh.
Melalui kegiatan Maskumambang Science Odyssey, Pondok Pesantren Maskumambang menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya menekankan penguatan nilai keagamaan, tetapi juga penguasaan ilmu pengetahuan sebagai bekal santri menghadapi tantangan masa depan.
Dokumentasi Maskumambang Science Odyssey




