Gresik – Keikutsertaan santri MTs YKUI Maskumambang dalam ajang Komodo International Math Competition 2026 tidak hanya menjadi wadah untuk mengasah kemampuan akademik di bidang matematika, tetapi juga menjadi momentum berharga dalam membangun pertemanan mancanegara.
Kompetisi internasional yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara tersebut menghadirkan pengalaman baru yang penuh dengan berharga dalam interaksi lintas budaya bagi para santri Maskumambang.
Guru pembimbing sekaligus pendamping tim matematika MTs YKUI Maskumambang, Ustadz Nuril Hafidz Al Farizi, S.Pd., menjelaskan bahwa sejak awal pelaksanaan kegiatan, panitia telah merancang sistem yang mendorong terjadinya interaksi lintas negara. Pengaturan tempat duduk peserta secara acak dan pencampuran kelompok saat sesi challenge menjadi strategi utama untuk membuka ruang sosialisasi antar peserta dari berbagai latar belakang budaya.
“Dari awal memang tempat duduk peserta dicampur dengan peserta dari negara lain. Bahkan waktu kegiatan challenge juga diatur pencampuran antar negara. Alhamdulillah dengan metode tersebut, santri Maskumambang bisa bersosialisasi dengan baik dengan teman mancanegara,” jelas Ustadz Hafidz, Selasa (3/2/2026).
Beliau menambahkan, salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika para santri Maskumambang berkesempatan berkenalan langsung dan berfoto bersama peserta dari Iran. Pengalaman tersebut memberikan kesan mendalam dan kebahagiaan tersendiri bagi para santri. Mereka terlihat antusias, percaya diri, serta mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dan sikap dengan baik.

“Anak-anak sangat senang sekali bisa mendapatkan teman mancanegara di kegiatan ini. Mereka berinteraksi dengan baik, berkomunikasi berbahasa Inggris dengan baik, serta tanpa melupakan adab dan sikap yang santun.” imbuh Ustadz Hafidz.
Rangkaian kegiatan Komodo International Math Competition 2026 ditutup dengan gala dinner dan malam pengumuman hasil kompetisi yang dilaksanakan pada Senin (2/2/2026). Acara tersebut diawali dengan penampilan kebudayaan lokal, yakni seni budaya Bali, yang disuguhkan kepada seluruh peserta dari berbagai negara.
Pada malam pengumuman tersebut, tim MTs YKUI Maskumambang belum berhasil meraih prestasi yang diharapkan. Kendati demikian, Ustadz Hafidz menegaskan bahwa capaian utama dari keikutsertaan ini bukan semata hasil kompetisi, melainkan proses pembelajaran, pengalaman internasional, dan jalinan relasi pertemanan santri.
“Qadarullah kita belum rezekinya di sini, namun saya sangat bangga karena anak-anak telah memaksimalkan usaha dan doa hingga di titik ini,” ungkas Ustadz Hafidz.
Salah satu peserta, Omar Javas, mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti kompetisi internasional ini justru semakin memotivasinya untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan demi menghadapi kompetisi selanjutnya.
“Mengikuti Komodo International Math Competition 2026 menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Meskipun belum berhasil meraih hasil terbaik, kegiatan ini justru menambah semangat saya untuk terus belajar dan berlatih,”
“Saya merasa termotivasi untuk meningkatkan kemampuan agar ke depan dapat berprestasi lebih baik, sekaligus bangga bisa mewakili Maskumambang di ajang internasional serta mendapatkan teman dari berbagai negara.” ungkap Javas.
Melalui interaksi lintas budaya serta pengalaman internasional yang bermakna, santri Maskumambang ditempa untuk menjadi generasi yang tangguh, beradab, dan siap berkontribusi di kancah dunia.
Prestasi santri MTs YKUI Maskumambang dalam Komodo International Math Competition 2026 ini menjadi bukti langkah memperkuat posisi Maskumambang sebagai lembaga pendidikan yang konsisten melahirkan insan berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global.

