Gresik – Minimnya literasi dalam negeri merupakan salah satu permasalahan yang sangat mendalam dan memprihatinkan. Minimnya literasi juga berdampak pada kemajuan pendidikan, berpotensi menghambat perkembangan ekonomi, sosial, dan politik bangsa.
Sebagai salah satu cara dalam meningkatkannya minat literasi dikalangan anak muda, Pondok Pesantren Maskumambang mempunyai cara tersendiri dalam menekuk angka merosotnya literasi dalam negeri.
Dibulan yang suci ini, Pondok Pesantren Maskumambang tengah menjalankan program insentif dalam pengembangan kemampuan minat baca. Program ini dikemas dalam satu kegiatan yang menarik yakni ‘Ramadan Camp 1446 H’.
Salah satu program unggulan Pondok Pesantren Maskumambang ini digadang – gadang menjadi pioneer dalam menerapkan program minat baca, terlebih dikalangan anak muda.
Direktur Pendidikan Dasar dan Menengah Pondok Pesantren Maskumambang, Ustadz Imam Subkhi, S.Pd.I mengungkapkan mengenai program tersebut, “Ramadan Camp 1446 H menjadi salah satu program unggulan yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Maskumambang, kegiatan ini telah kami rangkai sedemikian rupa agar seluruh warga pesantren dapat merasakannya.” Sabtu (15/3).
Kegiatan Maskumambang Reading Camp
Kegiatan ini dilaksanakan pada 11 – 17 Maret 2025, dengan rangkaian kegiatan yang beragam. Pada 15 – 16 Maret 2025, dilaksanakanlah sub kegiatan yakni ‘Reading Camp’ bagi Ustadz – Ustadzah Pondok Pesantren Maskumambang, kegiatan ini dilaksanakan terpisah, para Ustadz bertempat di Perpustakaan Ihkam Maskumambang, sedangan para Ustadzah bertempat di Ruang Rapat Yayasan. Hal tersebut disampaikan Ustadz Fery Effendi, S.Pd selaku Ketua Pelaksana Ramadan Camp 1446 H.
Dalam sub kegiatan ini, para Ustadz – Ustadzah diberi 3 sesi dalam kegiatan ini. Sesi pertama membaca Al – Qur’an, Reading Book, dan terakhir Discussion Session. Dalam kegiatan ini, membahas tentang buku ‘Spirit dan Makna Ramadhan’ karya Dr. Abdul Aziz bin Mushthafa Kamil.
“Alhamdulillah, kegiatan pagi tadi berjalan dengan lancar. Saat kegiatan berlangsung, para Ustadz – Ustadzah sangat antusias, terlebih pada saat Discussion Session.” ungkap Ustadz Fery.
Kegiatan ini disambut baik oleh para Ustadz – Ustadzah, salah satu sesi yang paling ditunggu – tunggu adalah Discussion Session bersama KH. Nidlol Masyhud mengenai bulan Ramadan.

Dalam sesi ini, para Ustadz senantiasa aktif dengan bertanya mengenai point – point yang ada dalam buku tersebut. Dengan dibungkusnya Reading Camp dalam rangkaian kegiatan Ramadan Camp 1446 H ini, diharapkan menjadi salah satu pembuka pintu pengetahuan, memperluas wawasan, dan dapat membantu apa yang belum kita ketahui.