SPIRIT MENGERAKKAN LITERASI LEWAT KAJIAN BEDAH BUKU

Husni Mubarrok

Alhamdulillah, kegiatan bedah buku telah usai dilaksanakan. Tepatnya di hari Rabu dan Kamis, tanggal 27 dan 28 Maret 2019 di aula Pondok Pesantren Maskumambang Dukun Gresik.

Kegiatan bedah buku ini, di khususnya kepada siswa-siswi kelas 9 MTs YKUI Maskumambang Dukun Gresik setelah beberapa hari sebelumnya sibuk berkutat dengan soal-soal Try Out, Simulasi, UAMBN serta USBN.

Anak-anak perlu reflesing, kegiatan santai namun tetap bernutrisi. Menambah pengetahuan serta meningkatkan motivasi mereka dalam belajar guna meraih cita-cita.

Meski buku belum naik cetak, namun tetap terasa penting untuk dibedah. Selain substansi isi yang sangat pas dengan kebutuhan siswa dalam meraih cita-cita. Buku ini juga mampu mendorong, memberikan letupan-letupan dahsyat, utamanya bagi mereka-mereka yang sedang gelisah dan berputus asa sebab prestasi yang tak kunjung tiba.

Acara terbagi menjadi dua sesi. Di hari Rabu, 27 Maret 2019, bedah buku diperuntuhkan bagi anak-anak putri kelas 9. Sementara di hari Kamis, 28 Maret 2019, kegiatan bedah buku diikuti oleh seluruh pelajar putra kelas 9.

Selain siswa, beberapa wali kelas yang longgar juga ikut memeriahkan acara dengan mendampingi siswa-siswinya mengikuti rangkaian acara agar anak-anak tetap tertib dan terkontrol dengan baik.

Buku yang dibedah adalah buku "Candu-candu Kesuksesan Siswa" karya dari Ustadz Husni Mubarok, S.AP., S.Pd. Guru MTs YKUI Maskumambang Dukun Gresik yang juga seorang penulis dengan puluhan karya buku yang telah dihasilkan.

 

Kegiatan bedah buku yang berlangsung selama dua hari itu, disuguhkan dengan sangat apik. Iya, selain mengupas tentang isi buku. Anak-anak juga diberikan beberapa tayangan video, yang tentu saja berkaitan dengan isi tema buku.

Video motivasi, syarat renungan adalah bumbu dan penyedap kegiatan di sela-sela pemateri menyampaikan pesan, agar terasa lebih rileks, menarik dan meresap di sanubari para peserta kegiatan.

Salah satu video yang ditampilkan hingga menguras air mata penonton adalah video perjalanan hidup Nick Vujicic, penderita tetra-amelia syndrome sejak lahir yang tidak memiliki anggota gerak di tubuhnya baik tangan maupun kaki. Di tengah keterbatasan fisiknya yang seperti itu, Nick tetap tegar dan tangguh. Terus menjalani kehidupan hingga menempatkannnya menjadi motivator ulung internasional. Lebih tangguh dari mereka yang terlahir dengan fisik yang sempurna.

Subhanallah, sungguh ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua agar tetap tegar dan tangguh menapaki kehidupan meski sekeras dan seberat apapun perjalanan hidup yang kita jalani.

Acara tepat dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 10.45 WIB. Meski singkat, namun tetap penuh kesan, menarik dan tentu saja syarat renungan dan motivasi. Acara dipandu oleh Ustadz H. Kukuh Dwi Prasetyo, S.Si selaku Wakil Kepala Madrasah bidang kesiswaan sebelum Ustadz Husni Mubarrok membedah isi bukunya.

Kepada audience Ustadz Kukuh menyampaikan. Bahwa kegiatan bedah buku ini memiliki 2 point penting yakni.

Pertama. Mendorong segenap civitas sekolah untuk juga mampu berkarya, baik siswa maupun guru. Iya, meneladani apa yang sudah ustadz Husni Mubarrok lakukan. Meski tugas sebagai Wakil Kepala Madrasah berjibun, namun tetap beliau mampu berkarya dengan puluhan buku yang telah dihasilkannya. Salut untuk Ustadz Husni Mubarrok lalu disambut dengan gemuruh suara tepukan tangan dari audience.

Kedua. Mengkaji isi bukunya. Judulnya sangat menarik, sepertinya isinya juga keren dan sangat pas untuk kalian sebagai pelajar. Agar tak semakin penasaran, maka perlu segera dibedah.

"Ayo, anak-anakku. Fokus dan perhatikan apa yang nanti Ustadz Husni sampaikan ya!, saya yakin ini amat bermanfaat sekali untuk kalian semua," ucap Ustadz Kukuh menegaskan sembari membuka acara kegiatan.

Iya, memang betul apa yang telah disampaikan oleh Ustadz Kukuh. Bahwa gerakan literasi harus terus didorong, diupayakan dan ditumbuhkembangkan utamanya di lingkungan sekolah.

Siswa harus sering dirangsang agar tumbuh minatnya dalam hal membaca dan menulis. Tentu saja, bukan hanya siswa. Guru selaku figur utama di sekolah juga selayaknya harus mampu berkarya. Iya, berkarya sesuai bakat dan kemampuannya. Berkarya bisa berupa buku, media pembelajaran, produk kreativitas, karya seni ataupun yang lainnya. Silahkan bisa apa saja. Yang terpenting menghasilkan karya selain tentunya tetap melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai guru dengan sebaik-baiknya.

Sebanyak mungkin siswa harus didorong agar gemar membaca. Sebanyak mungkin siswa harus dirangsang agar gemar menulis. Literasi pada mereka harus terus diupayakan dan dihembuskan, agar nantinya benih-benih karya dari mereka dapat tumbuh subur sesuai harapan.

Iya, bedah buku candu-candu kesuksesan siswa. Tidak hanya ingin mengupas isi buku yang memang pas dengan kebutuhan siswa, tetapi lebih jauh dari itu semua ada misi yang hendak disampaikan oleh penulis agar nantinya siswa-siswinya juga mampu berkarya, menghasilkan buku sebagaimana yang penulis sudah contohkan.

Bismillah, Semoga bisa.

Salam Literasi!

  • Share :

Kerjasama