Siswa Matsamas Raih 5 Tropy di Ajang EMAS OLYMPIAD dan 1 Siswa Lainnya Lolos OSK Menuju Provinsi

Husni Mubarrok

Hal yang menarik dari Hanif waktu Smart Combat dia cuma sampai babak penyisihan, peringkat 17 dari 75 peserta. Kenang ustadz Rudi, selaku pembina sains sebulan yang lalu. Saat Hanif gagal menembus babak selanjutnya pada satu event olimpiade.

Lantas ustadz Rudi bilang, "Hanif, tahun depan ya..!, kamu pasti bisa."

Hanif pun cuma senyum, sepertinya tersipu malu.

"Eh..ternyata, tak perlu menunggu satu tahun. Hanya berjarak satu bulan, dia bisa juara. Luar biasa." Ungkap ustadz Rudi, penuh bahagia, sesaat setelah mengetahui kalau Hanif juaranya. Woow, luar biasa.

Iya, itulah kalimat yang meluncur dari salah satu rekan guru. Kalimat takjub, tak terbayang sebelumnya.

Jujur, aku pun sama. Perasaanku, membuncah dengan derasnya. Seolah tak percaya, si imut kecil mampu menunjukkan taringnya di tengah himpitan para raksasa.

Sungguh, dia itu kecil. Imut. Masih kelas 7. Wajahnya polos, tak banyak omong. Tapi ternyata dia itu dahsyat. Joss. Luar biasa. Kecil-kecil cabe rawit. Kereen..

Hanif, panggilan singkatnya dari nama lengkap Hanif Waliyuddin. Siswa Matsamas asal Bima NTT. Beliau adalah satu dari lima murid MTs YKUI Maskumambang Dukun Gresik yang berhasil membawa pulang tropy kemenangan di ajang EMAS OLYMPIAD & ITF Se Kabupaten Gresik-Lamongan di MA Al Karimi Tebuwung Gresik. (Sabtu, 23 Maret 2019) yang lalu.

Luar biasa delegasi Matsamas. Mengirim 6 siswa sebagai utusan terbaiknya. Semuanya lolos di babak penyisihan dan lanjut ke final dengan 5 siswa mendapatkan juara, hanya meninggalkan 1anak yang tersisih karena harus terdepak di babak semifinal.

Alhamdulillah, sepertinya siswa-siswi Matsamas selalu lekat dengan juara. Di setiap event yang diikuti, selalu saja pulang membawa tropy. Tak terkecuali di ajang EMAS OLYMPIAD ini, yang menorehkan 5 tropy dengan perincian.

Bidang Matematika
Juara 1 Muhammad Nur Majid.
Juara 3 Dewi Fachriyah
Juara Harapan 3 Naila Fauziyah

Bidang IPA
Juara 1 Hanif Waliyuddin
Juara 2 Riska Awwaliyah

"Jujur, awalnya kita tak berencana mengikuti event ini, sebab bersamaan dengan jadwal ujian. Takutnya menganggu konsentrasi anak-anak dalam belajar." Ungkap ustadz Mujtahid selaku guru koordinator yang mengawal di setiap event olimpiade menjelaskan.

"Namun, sepertinya mental pejuang dan kompetisi selalu menyatu pada jiwa dan semangat anak-anak Matsamas," tutur ustadz Mujtahid menambahkan. Wah, keren. Luar biasa.

Ngomong-ngomong soal Hanif, aku jadi penasaran ingin mengupas sedikit tentang tips dan perasaannya setelah mengikuti event ini. Kepadaku, dia menuturkan,

"Saya senang pak dapat juara 1, padahal awal lomba tak terbayang dapat juara. Tapi pas di final, saya PD dan yakin sepertinya saya bakal juara satu" tuturnya kepadaku menceritakan.

"Memangnya, apa yang membuatmu begitu yakin di final bakalan dapat juara 1," tanyaku penasaran.

"Saat saya ditanya juri, saya bisa menjawab dan juri tidak bertanya lagi, sementara 2 finalis lainnya, berkali-kali juri bertanya saat mereka menjawab. Sepertinya, jawabanku membuat juri puas karena tak bertanya lagi" tuturnya menambahkan.

"Memangnya soalnya tentang apa di final, kok kamu PD bisa menjawab," tanyaku sekali lagi, semakin penasaran.

"Tentang syaraf di otak pak. Materinya itu pernah dijelaskan oleh Ustadz Fathur saat bimbingan di program pengembangan. Saya masih ingat betul, makanya saya bisa menjelaskannya ke dewan juri."

Subhanallah, luar biasa anak ini. Masih kelas 7 tapi otaknya benar-benar encer. Iya, dia memang anak yang cerdas, sepertinya hasil IQ nya yang tertinggi di antaranya teman-teman seangkatannya.

Selamat untuk Hanif, si kecil imut yang berprestasi. Dan selamat pula untuk 4 siswa lainnya. Kalian adalah benih mutiara indah yang akan terus berkilau memancarkan sinarnya. Sinar kalian, akan terus kami nanti agar Matsamas semakin membahana dengan kilau-kilau prestasi.

Sebelumnya, di ajang OSK (Olimpiade Sains Kabupaten) 2 siswa terbaik Matsamas masuk program pembinaan karena keduanya menduduki rangking 10 besar jenjang OSK Mapel IPA dan IPS tingkat SMP/MTs Se Kabupaten Gresik. Keduanya pun di bina dan mendapatkan porsi pembinaan secara intens di Dinas selama satu bulan. Luar biasa, meski pada akhirnya keduanya tidak lolos ke tingkat propinsi. Namun tetapkan, prestasi ini membanggakan.

Di saat 2 siswa pembinaan OSK Matsamas gagal lolos, ternyata masih ada mutiara lain yang justru mengepakkan sayapnya. Iya, adalah Muhammad Nur Majib, meski pada awalnya ia tak lolos masuk 10 besar siswa pembinaan OSK karena hanya menduduki peringkat ke-11. Namun ternyata, berkat kegigihan dan pembinaan yang intens dilakukan di internal guru Matsamas sendiri bersama Ustadz Ibrahim, akhirnya ia pun lolos saat mengikuti seleksi OSK untuk yang kedua kalinya pasca pembinaan siswa 10 besar.

Iya, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik kembali memanggil 40 besar, termasuk 10 besar siswa pembinaan untuk mengikuti seleksi final memperebutkan 3 siswa terbaiknya mewakili kabupaten di masing-masing bidang studi mapel IPA, IPS dan Matematika.

Dan alhamdulillah, satu siswa Matsamas berhasil lolos ke tingkat provinsi mewakili kabupaten Gresik. Iya, dialah ananda Muhammad Nur Majid, siswa cerdas, spesialis Matematika dari kelas 8D yang berasal dari desa Sukorjo. Selamat anakku, teruslah berprestasi, lanjutkan perjuanganmu di tingkat provinsi hingga juara di tingkat nasional. Aamiin.

  • Share :

Kerjasama