Pentingnya Point of Interes

(Pesan-pesan hikmah dari Bapak Budi Setiyo, S.Sos, M.PSDM)

oleh : Husni Mubarrok

 "Jika kamu berbuat baik, maka sesungguhnya kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat, maka sesungguhnya kejahatan itu untuk dirimu sendiri"

Demikianlah petikan pesan mulya yang disampaikan oleh Bapak Budi Setiyo, S.Sos, M.PSDM, konsultan SDM Perguruan Al Irsyad Surabaya sekaligus dosen Unmuh Surabaya saat menjadi pemateri tunggal dalam acara yang bertajuk pembinaan guru dan karyawan dalam rangka peningkatan pelayanan penyelenggaraan pendidikan di Pondok Pesantren Maskumambang Gresik (Rabu, 10 Oktober 2018)

Dalam paparannya ia menjelaskan bahwa Introspeksi diri adalah sebuah langkah penting yang harus senantiasa tertanam di setiap aktivitas dalam pergaulan hidup sehari-hari. Menilai diri sendiri, sebelum menilai orang lain, selayaknya harus dilakukan. Dalam bahasa agama kita mengenalnya dengan "Muhasabah." 

Iya, dengan muhasabah inilah, mawas diri lebih terjaga. Seringkali kita sibuk menilai orang lain, memandang orang lain dari sisi yang berbeda. Saat disuruh menyebutkan kekurangan diri, begitu sulit kita menyebutkannya. Namun, hal ini tentu akan jauh berbeda, saat kita disuruh menyebutkan kekurangan teman kita, yang biasanya jauh lebih mudah menyebutkannya.

 

Berat memang menyalahkan diri sendiri, namun terkadang begitu mudah kita menyalahkan orang lain.

Banyak hal yang dipaparkan oleh beliau, Bapak Budi Setiyo, S.Sos, M.PSDM, yang sekaligus pemilik saham CV. Tirta Afif Sejahtera. Dan berikut ini kami sajikan diantaranya:

 

  1. Sebuah organisasi yang baik, tentu tidak dapat dilepaskan dari komponen-komponen pembentuknya yang baik. Jika seluruh unsurnya baik, maka tentu terwujudlah organisasi yang baik pula.

 

Jangan pernah berharap terwujudnya organisasi yang baik, jika unsur-unsur pembentuknya saja rusak, berpenyakit dan tak sehat.

 

Sama halnya dengan lembaga pendidikan. Agar terwujud sekolah yang baik, maka segenap pengurus, pimpinan sekolah, guru, karyawan, dan siswa harus bahu-membahu, bekerjasama  menampilkan yang terbaik. Bukan saling menyalahkan, mencurigai atau justru menjatuhkan, jika ada persoalan.

 

  1. Organisasi yang baik, selalu dibangun dari pola pikir yang baik dan komunikasi yang baik pula.

 

Berprasangka baik pada setiap orang, akan melahirkan tindakan yang istimewa. Selalu berpikir positif, tentu akan melahirkan kedamaian, ketentraman, kenyamanan dan berkasih sayang. Organisasi yang baik, tentu saja dibangun dari nilai sikap-sikap positif, yang salah satunya adalah jalinan komunikasi yang baik nan efektif.

 

Membangun komunikasi yang baik itu harus. Slogan Senyum, sapa dan salam harus senantiasa mewarnai. Komunikasi searah haruslah dihindari. Bangun kebersamaan dengan komunikasi dua arah yang responsif partisipatif. Jangan memerintah apalagi memaksa, namun ajaklah dengan cara bersama-sama melakukannya. Sharing pendapat, mengajak mereka untuk berbagi inspirasi, ide dan gagasan, tentu saja akan jauh lebih mesra.

 

Iya, komunikasi yang dibangun dengan keterbukaan, keakraban dan saling menghargai akan melahirkan suasana yang kondusif dalam sebuah organisasi. Organisasi yang senantiasa dibangun dengan nilai-nilai pendekatan komunikasi yang efektif, mesra dan santun inilah yang akan hidup jauh lebih lama, bertahan dan berjaya.

 

  1. Jadilah diri pribadi yang memiliki point of interest.

 

Menjadi pribadi yang menarik itu harus. Menarik dalam arti memiliki sikap dan sifat istimewa yang menjadi keunggulan diri. Jika ada intan permata diantara tumpukan sampah, maka inilah point of interestnya. Jika ada bunga melati dalam hamparan kebun bunga raflesia, maka inilah point of interestnya. Jika ada orang taat diantara kerumunan orang yang berbuat maksiat, maka inilah point of interestnya.

 

Jadilah bintang di kegelapan malam, jadilah madu dalam lautan asam. Pribadi yang memiliki point of interest akan selalu menjadi magnet dan pusat perhatian bagi orang-orang di sekitarnya. Point of interest yang dimaksudkan dalam hal ini adalah sesuatu yang baik, bukan yang berbeda dalam keburukan.

 

Jika kita jadi guru, maka jadilah guru yang menarik bagi murid-muridnya, kehadiran kita selalu dinanti-nantikan, kedatangan kita selalu dirindukan, saat tak hadir, selalu dicari dan diharap kembali. Sungguh, guru yang demikian adalah guru idaman yang selalu dirindu dan dinanti-nantikan berkat keistimewaan dan keunggulan dari sisi kebaikannya.

 

  1. Jalani aktivitas tanpa beban, tak perlu mengeluh apalagi mengadu kepada orang lain. Keluh kesah adalah simbol ketidakberdayaan. Pribadi sukses selalu berkawan ketegaran, meski sejatinya iapun punya beragam persoalan.

 

Kembalikan pada Tuhan, jika kita punya persoalan, bangun keimanan untuk memecahkannya. Tak perlu bercerita, berkeluh kesah dan mengeluh pada sesama, tetaplah tegar menjadi pribadi hebat nan kuat, jadikan Tuhan sebagai sumber penyemangat karena sesungguhnya Dialah yang Maha Hebat.

 

  1. Yakinlah bahwa rizki Allah itu luas. Besar kecilnya rizki yang kita dapat selalu berbanding lurus dengan perilaku kita. Perilaku baik akan melahirkan terbukanya pintu-pintu rizki, semakin baik perilaku kita, pintu rizki akan datang silih berganti.

 

Tak perlu takut dengan sempitnya rizki, jika diri selalu berhias dalam ketaatan pada Tuhan. Tak perlu cemas kekurangan rizki, jika diri  berselimutkan kebaikan dan keimanan pada Tuhan, sang pencipta alam.

 

Berbuat baiklah pada sesama, agar Tuhan pun berbuat baik pada diri kita. Ringan tangankan membantu sesama semampu dan sebisa yang kita punya. Tak harus dengan harta benda. Pikiran, tenaga, ide dan gagasan pun bisa, agar Tuhan senantiasa melancarkan pintu-pintu rizki-Nya kepada kita semua. Ingat, Pantaskan diri kita dengan berbuat baik tak kenal lelah, agar Tuhan selalu mengalirkan pintu-pintu rahmat-Nya pada diri kita semua. Aamiin.

 

Salam hikmah, semoga bermanfaat

 

#Pesan-pesan hikmah dari sang pemateri_Bapak Budi Setiyo

 

  • Share :

Kerjasama