Juara Berkat Kekuatan Karya

Alhamdulillah, tepat satu hari menjelang hari guru, saya mendapatkan kado teristimewa, tepatnya di gedung STKIP AL Hikmah Surabaya, puluhan guru mengikuti lomba Guru Berprestasi Se Jawa Timur di hari Sabtu, 24 November 2018 yang diadakan oleh pihak kampus STKIP Al Hikmah Surabaya dalam rangka memperingati hari Guru Nasional. Dan alhamdulillah, saya terpilih sebagai Juara I Lomba Guru Berprestasi Jawa Timur.

Saat itu adalah jadwal pelaksanaan Test UKG (Ujian Kompetensi Guru). Alhamdulillah, selama 1 minggu, saya betul-betul menyiapkannya agar nantinya dengan mudah mengerjakan soal-soalnya. Buku-buku yang membahas soal-soal UKG, telah kulalap habis dan telah kupelajari dengan seksama. Saya percaya kekuatan proses tak akan pernah mengkhianati hasilnya.

Ada 100 soal dengan variasi soal yang beraneka rupa, mulai dari soal tentang wawasan kebangsaan, intelegensia umum, kepribadian diri hingga soal seputar kompetensi guru dengan porsi yang paling banyak. Sepertinya saya mudah mengerjakannya, sekitar 88% prakiraan jawabanku betul. Tapi ini, prediksiku sih, hehe...mencoba percaya diri.

Ada banyak rangkaian penilaian sebelum pelaksanaan test UKG yang menjadi dasar penentuan skor.

20% penilaian diambilkan dari berkas portofolio, 20% lagi dari karya tulis dan essay, lalu 20% lagi dari pengumpulan RPP dan Video pembelajaran. Sedangkan 40% nilai, diambilkan dari hasil UKG yang dilaksanakan pada hari itu, Sabtu, 24 November 2018.

Awal saya mengikuti lomba ini, agak kurang percaya diri. Maklumlah saya berangkat dari sekolah swasta, lebih tepatnya dari madrasah desa yang jauh dari kesan sekolah mewah.

Namun, dorongan diri sendiri dan bisikan hati yang senantiasa mensupport agar selalu menjadi guru yang berbeda, yang tak sama dengan yang lainnya.

Kalau peserta yang lain dengan percaya dirinya berasal dari sekolah negeri perkotaan, namun saya percaya diri dengan kekuatan karya yang telah saya hasilkan. Iya, karya-karya solo maupun antologi kusebutkan dan kulampirkan kedalam berkas portofolio yang telah kukemas dengan eloknya.

Foto-foto karya buku, beragam piagam penghargaan karya dari penerbit dan lomba-lomba kepenulisan yang pernah aku ikuti, diantaranya yang paling bernilai tentu saja sebagai nominator karya terbaik di ajang gerakan menulis buku nasional Program Adi Acarya Award beberapa bulan yang lalu yang telah aku ikuti.

Mungkin kekuatan karya itulah, yang membuat portofolioku nampak lebih bernilai bila dibanding dengan peserta yang lainnya.

Di essay pun, saya mengambil tema tentang pendidikan karaktek dengan ulasan peran guru dalam mendidik dengan teladan. Guru harus mampu memberikan keteladanan, posisinya amatlah penting dalam membangun peradaban dengan nilai-nilai kebaikan. Konsep pendidikan yang telah diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara dengan semboyannya "Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani" harus mampu terinternalisasikan pada diri guru dalam mendidik dan mengajar bagi generasi penerus bangsa.

Guru itu harus jadi teladan. Pribadi yang pantas digugu dan ditiru. Ucapan dan tingkah lakunya haruslah seirama, sejalan dan mampu memberikan inspirasi bagi kebaikan peserta didiknya.

Sahabat. Banggalah jadi guru, profesi yang sungguh amat mulya. Jangan lelah dan berhenti memberikan inspirasi kepada siapapun itu, terlebih bagi anak-anak didik kita. Terus berkarya sesuai bidang Anda. Tak usah ragu dan berkecil hati. Semua ada proses dan ganjarannya sesuai dengan benih-benih yang kita tanam dan seberapa gigih dan kuat usaha yang telah kita lakukan.

So, Yuk berkarya dan berbagilah inspirasi. Serta yakinlah, kekuatan karya bisa mengantarkan diri kita pada tangga juara.

Selamat Hari Guru, Jayalah Pejuang Pendidikan.

 

oleh : Husni Mubarrok

  • Share :

Kerjasama